Halaman

Tampilkan postingan dengan label sakit gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sakit gigi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juni 2010

Jumlah penderita sakit Gigi

Jumlah penderita sakit Gigi penduduk Indonesia.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Ismet Daniel Nasution, mengatakan sekitar 72 persen penduduk Indonesia mempunyai pengalaman karies (gigi berlubang) dan 46,5 diantaranya merupakan karies aktif yang belum dirawat.

"Ini diperoleh dari data terbaru yang dikeluarkan Departemen Kesehatan dari riskesdas (riset kesehatan dasar) tahun 2007, dan pada umumnya diderita anak-anak," katanya di Medan, Rabu.

Menurut dia, penyebab tingginya prevalensi penyakit gigi dan mulut pada umumnya karena faktor perilaku dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang belum merata.


"Dalam hal kebiasaan menggosok gigi, sebanyak 91 persen penduduk usia 10 tahun ke atas telah melakukannya setiap hari, namun hanya tujuh persen yang menggosok gigi dua kali di waktu yang benar, yaitu sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam," katanya.

Melihat masih banyaknya penyakit gigi dan mulut yang diderita masyarakat, terutama di daerah-daerah pedesaan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan PT Unilever dalam program desa binaan di Desa Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.
Jumlah penderita sakit Gigi, sakit gigi, penderita sakit gigi
Kegiatan yang dilakukan di desa binaan itu meliputi penyuluhan dan edukasi kesehatan gigi dan mulut minimal sebulan sekali sepanjang tahun, pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta penelitian-penelitian untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

Program itu ditujukan untuk mendorong dan memotivasi masyarakat agar menjaga dan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut melalui pendidikan kesehatan yang berkesinambungan serta meningkatkan pengetahuan terutama bagaimana pemeliharaan dan pencegahan penyakit gigi dan mulut.

Tentang pemilihan Desa Ujung Rambung sebagai desa binaan, ia mengatakan didasarkan kondisi desa yang sangat minim akan fasilitas kesehatan, misalnya puskesmas yang terletak di ibukota kecamatan yang jaraknya lima kilometer dari desa.

Jumlah anak-anak di desa itu yang sekitar sepertiga dari total jumlah penduduk desa juga merupakan salah satu pertimbangan dijadikannya desa itu sebagai desa binaan.

"Hal ini karena anak-anak merupakan usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut yang ditanamkan sejak usia dini diharapkan akan terbawa sampai mereka dewasa nanti," katanya.

Lihat juga artikel ini : 
-   Cara mengobati gigi berlubang
-   Cara mengobati sakit gigi
-   Jumlah penderita sakit gigi di Indonesia
-   Akibat infeksi gigi
-   Cara mengatasi gigi berlubang

Jumlah penderita sakit Gigi, sakit gigi, penderita sakit gigi

akibat Infeksi Gigi

Akibat Infeksi Gigi, sangat berbahaya,


Spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Internasional Bintaro, dr Tengku Bahdar Djohan mengatakan masalah gigi berlubang tidak hanya berhenti di abses gigi namun juga harus waspada terhadap ancaman fokal infeksi seluruh tubuh.


"Fokal infeksi akibat racun dan sisa kotoran maupun mikroba memicu terjadinya infeksi pada gigi dan mulut kemudian menyebar ke anggota tubuh lain," kata dr Tengku Nahdar di Jakarta Selatan, Jumat.

Dalam diskusi bertema Meningkatnya Konsumsi Gula di Indonesia VS Komplikasi Akut pada Gigi, Bahdar mengatakan bila abses (lubang gigi bernanah) tidak diobati maka dapat menyebabkan komplikasi berbahaya.

Selain berupa tanggalnya gigi juga menyebabkan peradangan pada dada (mediastinis), penyebaran infeksi ke jaringan lunak maupun bagian tubuh lainnya antara lain abses otak, maupun radang paru-paru.

"Warga masyarakat masih menganggap penyakit gigi maupun mulut dianggap biasa, namun setelah parah baru mereka berkonsultasi ke dokter," katanya.

Langkah antisipasi untuk mengurangi risiko tersebut adalah peran pemerintah dan instansi terkait agar segera melakukan sosialisasi ke masyarakat.
akibat infeksi gigi, akibat infeksi sakit gigi, sakit gigi
"Selama ini mungkin masyarakat belum mendapatkan informasi mengenai bahaya penyakit gigi, maka dari itu sangat penting dilakukan sosialisasi ke warga," kata dokter Tengku Bahdar.

Data hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2004 yang dilakukan Departemen Kesehatan menyebutkan prevalensi karies (berlubang) gigi di Indonesia adalah 90,05 persen.

Fakta yang lainnya adalah orang Indonesia yang menderita penyakit gigi dan mulut tersebut bersifat agresif kumulatif. Artinya daerah yang rusak tersebut menjadi tidak dapat disembuhkan.

Itu sebabnya masyarakat pada awal-awal sebelum terkena penyakit gigi dan mulut mengabaikan sakit yang ditimbulkannya. Padahal ketika sudah menjadi sakit, penyakit gigi merupakan jenis penyakit di urutan pertama yang dikeluhkan masyarakat.

Data itu berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga survei kesehatan nasional (SKRT-Surkesnas) tahun 2001 yang menyebut, penyakit gigi dikeluhkan 60 persen penduduk Indonesia.

Tanpa disadari keluhan penyakit gigi juga berdampak terhadap produktivitas si penderita. Yakni gangguan tersebut rata-rata 3,86 hari dengan kisaran berhenti beraktivitas antara 2,5 hari hingga 5,28 hari.

Lihat juga artikel ini : 
-   Cara mengobati gigi berlubang
-   Cara mengobati sakit gigi
-   Jumlah penderita sakit gigi di Indonesia
-   Akibat infeksi gigi
-   Cara mengatasi gigi berlubang

akibat infeksi gigi, akibat infeksi sakit gigi, sakit gigi