lunmayPuncak dari perseteruan antara Luna Maya dan infotaiment bermuara di ranah hukum. Pekerja infotainement mengeluhkan isi “sumpah-serapah” Luna Maya di media jejaring sosial, twitter beberapa hari lalu ke PWI Jaya. Curhatan itu kemudian dilanjutkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta sebagai tindakan melawan hukum pasal 310, 311, 315, 335 dan Pasal 27 ayat 3 junto pasal 45 ayat 1 UU ITE, dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Dalam twitter, Luna Maya mengekspersikan kekekesalannya atas tindakan infotaiment yang mengejarnya usai menonton film Sang Pemimpi yang dibintangi kekasihnya, Ariel Peterpan. Aksi “memaksa” para infotaiment itu mengakibatkan kamera salah satu dari mereka membentur anak Ariel dan Sarah Amalia itu di mobil. Atas kejadian itu, Luna Maya mengungkapkan kekesalannya dalam twitter “Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!”.

Kejadaian itu memunculkan pro-kontra di masyarakat, baik atas ucapan Luna Maya maupun atas aksi infotaiment. Aksi saling dukungan itu sampe di ranah jejaring sosial seperti facebook. Muncul sejumlah group facebook dukungan kepada infotaiment dan luna maya. Dari group yang ada, saya tergelitik dengan group “GERAKAN HAPUS PEKERJA INFOTAINMENT DARI ORGANISASI WARTAWAN”, yang digagas oleh Jafkhairi Jefri.

Saya melihat, gerakan upaya pemberangusan adalah aksi yang berlebihan dan mengada-ada. Bahkan dalam salah satu testimony di dinding group tersebut menyatakan infotaiment sebagai propaganda pembodohan, peracunan dan tidak mendidik terhadap pemirsanya dengan kerap menyuguhkan informasi seputar perceraian dan kasus yang melilit para figure public tersebut.

Terlepas dari kepentingan apapun, saya menolak dan tidak sepakat 100% upaya penutupan dan pemboikotan terhadap infotainment atau apapun nama “gelar” para pembawa berita artis. Ada beberapa alasan yang saat ini saya yakini sebuah kebenaran dan dibutuhkan keberadaan infotainment atau apapun namanya.

  1. Infotainment dengan entertainer memiliki hubungan mutualisme, yang saling ketergantungan. Artinya dapur keduanya ngebul karena adanya hubungan harmonis antara keduanya.
  2. Artis, selebritis, entertainment atau apapun namanya, besar dan dibesarkan tidak lepas dari profesi infotainmbakudara.coment. Lantas sesuatu yang sulit diterima alasan penutupan dan pembubaran infotainment merujuk pada kasus Luna Maya.
  3. Artis, selebritis, entertainment atau apapun namanya, harus disadari sebagai bagian dari public figure. Artinya apapun yang dia lakukan dan diucapkan menjadi sorotan dan bidikan media. Keberadaan infotainment bisa berperan sebagai pengingat dan pengawas mereka, sehingga tidak bertindak dan bersikap yang menjerumuskan ke hal-hal negative.
  4. Pada ranah nilai edukatif, pemberitaan selebritas dianggap tidak mendidik dan menimbulkan reaksi keras atas infotainment. Tapi di satu sisi, kita kadang dinina-bobokan bahkan tidak berdaya saat beberapa public figure berbusana jauh dari kelayakan atau bebas pamer paha, dada, dan udel seenaknya udel sendiri. Padahal cara berpakaian mereka kerap ditiru fans-nya.

Dengan keyakinan itu, dan demi rasa keadilan bagi pemirsanya, saya sependapat kalau infotainment menyuguhkan informasi yang menurut kacamata public tidak mendidik. Dan saya sangat dan lebih setuju dalam cara berbusana dan berbicara, jika para tokoh public itu menyadari bahwa apa yang mereka lakukan dan kenakan akan menjadi panutan bagi jutaan fans-nya. (sumber: bakudara.com)