Halaman

Rabu, 09 Desember 2009

Prince of Persia: The Sands of Time (dengan HD Trailer)

prince-of-persia

Satu lagi film yang diadaptasi dari video game akan diangkat ke layar lebar. Prince of Persia : The Sands of Time, rencananya akan dirilis pada pertengahan 2010. Film ini sendiri diangkat ke layar lebar setelah game-nya sukses dipasaran. Game ini sendiri diluncurkan oleh Ubisoft Entertainment setelah diadaptasi dari MS DOS dan Macintosh karya Jordan Mechner di tahun 1989.

Sutradara Mike Newell yang pernah membesut Monalisa Smile (2003) dan Harry Potter and The Goblet of Fire (2005) dipercaya untuk mengarahkan film yang akan akan di distribusikan oleh Walt Disney Pictures ini. Bercerita tentang petualangan seorang pangeran Persia yang senang mencari dan menemukan artefak serta peninggalan-peninggalan yang berasal dari kerajaan-kerajaan zaman dulu. Dalam perjalanannya ini sang Pangeran juga berusaha untuk menghentikan Raja jahat yang berusaha membuat badai pasir yang bisa menghancurkan umat manusia.

Film ini sendiri mengambil Marocco dan Inggris sebagai lokasi syuting. Actor Jake Gyllenhaal yang pernah berperan di The Day After Tomorrow (2004) dan Brokeback Mountain (2005) akan berperan sebagai Prince Dastan. Walaupun sempat terdengar kabar bahwa aktor Orlando Bloom yang akan berperan sebagai sang Pangeran, namun hal itu tidak terjadi. Tidak ada kejelasan mengapa Bloom tidak bergabung di film ini. Selain itu akan ada artis cantik Gemma Arterton yang pernah bermain di film James Bond Quantum of Solace, gadis cantik asal Inggris ini akan berperan sebagai Princes Tamina.

Awalnya memang film ini akan dirilis pada tahun ini, namun dari pihak walt Disney selaku distributor film ini menunda jadwal peluncurannya di pertengahan tahun 2010. Pihak Disney sendiri mengatakan bahwa penundaan ini dikarenakan mereka ingin memberikan waktu lebih lama untuk proses pasca produksi agar hasilnya lebih maksimal. Seperti apa hasilnya? Anda harus sabar menanti dan cek terus website ini untuk jadwal tayangnya!

Versi Game

Sedangkan berdasarkan versi gamenya, Prince of Persia (The Sands Of Time) alurnya sedikit agak berbeda. Inilah sekilas mengenai game yang mencuri perhatian para gamer termasuk saya hingga sekarang ini..

Prince of Persia selalu merupakan sebuah franchise yang unik. Game orisinil yang didesign Jordan Mechner ini dipuji-puji karena unsur realistis yang tidak ditemukan game-game serupa di tahun 1989. Setelah sempat mati suri karena kegagalan demi kegagalan sekuelnya, franchise ini kembali unjuk gigi dengan Prince of Persia: The Sands of Time yang mengimplementasikan sistem time travel. The Sands of Time nantinya diikuti oleh dua buah sekuel yang sama-sama laris manis di pasaran; Warriors Within dan The Two Thrones. Ketiga game yang membangkitkan kembali franchise Prince of Persia ini nantinya disebut sebagai trilogi The Sands of Time. Usai The Two Thrones, Ubisoft memutuskan bahwa mereka akan kembali mereboot franchise Prince of Persia dengan karakter dan cerita yang benar-benar fresh dan baru. Pertanyaan yang menggantung di banyak benak penggemar adalah (termasuk saya) adalah: “apakah game baru ini masih memiliki semua elemen yang menjadikan trilogi The Sands of Time begitu fun dan menarik untuk dimainkan?

Kisah dalam game ini dibuka saat Prince (namanya tidak disebutkan) menemukan seorang gadis cantik bernama Elika tengah berlari dari serangan dan kejaran para penjahat. Merasa Elika adalah seorang gadis yang cantik, si Prince yang agak-agak sok tahu ini memutuskan untuk bersikap sok heroik dan menolongnya. Tak disangka oleh si Prince bahwa Elika ternyata adalah seorang putri kerajaan dan orang yang disangka penjahat itu adalah para prajurit kerajaan yang hendak menangkapnya. Ternyata, ayah Elika hendak melepaskan sang dewa kegelapan Ahriman dari segelnya dan Elika berusaha untuk menghentikannya. Elika dan Prince gagal sehingga segel kegelapan pun terlepas. Seluruh kerajaan pun jatuh dalam kegelapan dan cengkeraman Ahriman.

Untung saja, harapan tidak punah begitu saja. Elika diberkati oleh Ormazd sang dewa cahaya untuk bisa ‘memulihkan’ tanah yang sudah tercengkeram oleh kegelapan. Tentu saja memulihkan tanah tidak akan semudah itu, Elika harus mendatangi daerah suci (disebut sebagai Fertile Ground) di tiap-tiap daerah dan melepas pengaruh kutukan itu sedikit demi sedikit. Dari sinilah dimulai kisah petualangan duet Elika dan Prince - yang mau tidak mau terseret dalam petualangan yang membahayakan ini.

Gameplay dalam Prince of Persia uniknya masih terasa mirip seperti game-game sebelumnya. Kelihatannya, Ubisoft bermain aman dengan memutuskan untuk tidak mengubah apa yang membuat franchise ini begitu unik. Sebagai Prince, anda masih bisa melakukan wall-running, bergelayutan ke sana-sini sambil melompati jurang-jurang menganga sepanjang permainan. Tambahan khas dalam Prince of Persia adalah hadirnya Elika sebagai partnermu. Sebagai putri, Elika memiliki peran yang sangat penting dalam gameplay. Ia memiliki kemampuan untuk terbang sehingga kalau bisa membantumu untuk melompat lebih jauh (dengan melemparmu ketika kamu di udara). Elika juga akan menolongmu setiap kamu jatuh ke jurang atau diserang oleh musuh sehingga kamu tidak mungkin Game Over dalam memainkan game ini.

Bicara soal sistem duelnya, inilah yang menjadi titik perubahan terbesar. Ingatkah anda bahwa bukan hal yang aneh apabila di trilogi Sands of Time anda berhadapan dengan beberapa musuh sekaligus? Dalam Prince of Persia, jangankan beberapa, anda hanya akan dibawa berduel satu lawan satu dengan musuh. Menurut Ubisoft ini akan membuat pertarungan dengan seorang musuh makin terasa mendetail dan menarik. Saya sendiri merasa bahwa sistem battle keduanya tidak bisa dibandingkan. Prince of Persia yang yang menerapkan sistem duel ini lebih mengingatkan saya dengan game originalnya yang juga menekankan duel satu lawan satu melawan musuh… mungkin dalam game ini sebenarnya dua lawan satu mengingat Elika selalu ada di sana membantumu bertarung (and she’s one hell of a fighter).

Bagi kalian yang memainkan The Sands of Time Trilogy dan merasa bahwa cerita dalamnya terlalu suram dan penuh dengan tragedi pasti akan terkejut melihat bagaimana game ini ternyata… konyol. Dari karakter Prince yang memang slengean sampai pertengkaran-pertengkaran konyol antara keduanya menjadikan saya berulang kali terbahak-bahak dalam memainkan game ini. Mungkin ini sesuai dengan tema gamenya sendiri yang tidak terlalu gelap. Para karakternya memiliki corak cel-shading yang membantu atmosfir cerah di game ini. Seperti halnya Tomba dan Okami, apabila anda berhasil membebaskan sebuah daerah dari kutukan, dunia yang tadinya nampak mati dan suram akan kembali hidup dan kaya warna.

Satu-satunya kelemahan yang bisa saya temukan dari Prince of Persia adalah kurangnya tantangan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, dalam game ini kamu tidak akan bisa Game Over. Ini berarti kamu bisa mencoba melakukan lompatan gila-gilaan, mencoba trik-trik aneh, karena tidak ada ‘hukuman berat’ yang diberikan game ini padamu. Terlepas dari kekurangan minor ini, Prince of Persia layak dimasukkan dalam salah satu kandidat game terbaik tahun 2008. Saya tak sabar apa yang akan disuguhkan Ubisoft dalam instalasi keduanya.

Final Verdict:

Gameplay: 7.5
Membersihkan daerah demi daerah dari kutukan merupakan suatu hal yang sudah pernah diterapkan dalam Tomba dan Okami. Ini mengurangi faktor “Wow” apabila kamu melihat daerah itu menjadi ‘berwarna‘.

Graphic / Sound: 9.5
Walau gameplaynya sedikit monoton dan mubazir, untung saja, grafis cel-shading dan desain environment yang indah akan membuat anda takjub ketika menjelajahi dunia Prince of Persia. Itu, ditambah dengan voice-acting yang mantap, soundtrack yang pas, membuatmu bakalan betah terus berkelana di sini.

Play Time: 8
Kurang adanya tantangan membuat game ini tergolong cepat untuk diselesaikan. Pemain veteran akan memerlukan waktu kurang dari 10 jam untuk menyelesaikan, sementara mereka yang kurang berpengalaman akan menghabiskan sekitar 12 - 15 jam. Untung saja dunia kaya warna ini akan menggoda anda untuk memainkannya lagi dan lagi.

Overall: 8.4