Halaman

Rabu, 09 Desember 2009

Ninja Assassin Red-Band Trailer

Rain as Raizo in Ninja Assassin

IT`S MIX BETWEEN NINJA & DESPERADO
Joel Silver nampaknya masih tertarik dengan bintang asal Asia, setelah berhasil meroketkan nama Jet Li ke perfilman Hollywood, kini giliran Rain, bintang film dan penyanyi asal Korsel yang ia coba orbitkan di Hollywood. Sebelumnya Rain pernah bekerjasama dengan Silver dalam film arahan The Wachowski Brothers yang `melempem`, Speed Racer. Kini, karena Rain didapuk sebagai bintang utama dalam film Hollywood pertamanya, tentu saja porsi perannya lebih besar. Diceritakan adalah sebuah klan ninja yang ternyata diam-diam menjadi agen penyalur para pembunuh. Hal ini mulai diselidiki oleh agen Europol, Mika. Sementara itu seorang ninja bernama Raizo, justru berupaya melindungi Mika dari serangan para ninja yang tak lain adalah mantan saudara seperguruannya. Dulu, Raizo yang yatim piatu ini, diangkat sebagai anak oleh Ozunu sang sesepuh klan ninja, sayangnya adanya perbedaan prinsip yang menyulut dendam kesumat, membuat Raizo akhirnya memberontak dan berupaya menumpaskan Ozunu. Lalu, akankah Raizo berhasil melampiaskan dendamnya....

Dari segi cerita bisa ditebak film ini menyajikan sebuah cerita yang standar bagi sebuah film aksi. Daya tarik film memang tertumpu pada nama Rain yang sudah pasti akan menyedot para kaum Hawa yang tergila-gila padanya untuk menyaksikan aksinya sebagai seorang ninja. Nampaknya Silver gak mau kalah dengan Tarantino, karena dalam film ini, James McTeigue (V for Vendetta) dipercaya untuk menyajikan sebuah film aksi penuh dengan gory scenes yang akan sedikit membuat anda `enek`. Sayangnya, tulisan D (baca:Dewasa) yang disertakan di loket tiket XXI, tidak serta merta membuat para orang tua untuk tidak mengajak putra-putrinya yang masih kecil menyaksikan film ini, bahkan ada seorang anak yang digendong ibunya berteriak `takut bu..` ketika menyaksikan gory scenes dalam film ini. Kembali ke perihal film ini, adegan aksi yang ditampilkan tentu saja menyajikan babyak candy eye scenes, sayangnya entah sebuah tradisi atau sudah terbiasa, Silver lagi-lagi menyajikan duel climax dengan latar belakang kobaran api. Kalau Anda teliti, hal ini ditampilkan juga dalam dua buah film aksi Jet Li yang diproduseri oleh Silver yaitu Romeo Must Die dan Cradle 2 the Grave. Toh, kendati film ini bisa dibilang hanyalah sebuah film aksi standar, fakta bahwa Rain menjadi daya tarik tersediri tidak bisa dipungkiri lagi. Apalagi gebrakannya sebagai seorang jagoan lumayan cukup baik dan bisa jadi hal ini akan membuka jalan lebar bagi karirnya di perfilman Hollywood.

Source: IGN (thanks to /Film)